TESTIMONI PELLAVINA SLIMMING

Persoalannya tidak terletak pada pukul berapa Anda makan. Tetapi, pada apa yang Anda makan, berapa banyak, dan seberapa berat aktivitas Anda sepanjang hari itu. Tiga pertanyaan inilah yang menentukan apakah bobot Anda akan turun, naik, atau tetap di angka timbangan yang sama. Sebab, kapan pun Anda makan, tubuh akan menyimpan kelebihan kalori itu dalam bentuk lemak. Kalau Anda ingin mengudap sebelum tidur, pikirkan berapa banyak kalori yang telah masuk ke tubuh Anda di hari itu.
Banyak yang beranggapan bahwa mengonsumsi jenis makanan yang butuh waktu cerna lebih panjang, seperti jeruk dan seledri, bisa melangsingkan tubuh. Anggapan ini lumayan lama beredar di kalangan penganut fad diet (pola diet jangka pendek), dengan istilah negative-calorie food. Persoalannya, makanan seperti ini tidak ada! Besar kalori dalam makanan yang disebut sebagai negative-calorie food itu bahkan lebih besar dari kalori yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan proses pencernaan.
Apakah Anda ikut memperhitungkan asupan kalori dari minuman Anda sepanjang hari ini? Minuman bersoda yang Anda teguk siang ini memiliki jumlah kalori yang sama dengan sebuah apel dan seiris roti, yaitu sekitar 150 kalori (lihat nomor 4 di bawah). Smoothie buah yang Anda minum bisa mengandung 500-1.000 kalori setiap porsinya.
Pernah dengar istilah ’gemuk air’? Hal ini menggambarkan orang yang berusaha mengeluarkan keringat sebanyak mungkin agar bobot tubuhnya tidak bertambah. Alhasil, banyak yang memaksa diri berolahraga secara keras, untuk memacu keluarnya keringat. Padahal, lemak baru terbakar setelah 20 menit latihan. Tetapi, bersamaan dengan itu, intensitas olahraga yang tinggi sejak awal telah menguras tenaga Anda. Akhirnya, Anda berhenti di saat tubuh mulai membakar lemak. Sayang, ’kan?